zat Adiktif dan psikotropika

  1. Zat Adiktif

Zat adiktif adalah zat yang apabila dikonsumsi dapat mengakibatkan ketagiahan atau kecanduan baik secara fisik maupun psikologis. Zat-zat adiktif merupakan zat yang berbahaya bagi tubuh

Zat Adikti ada dua golongan psokotropika yaitu zat adiktif golongna psikotropika dan zat adiktif golongan nonpsikotropika.zat adiktif golongan psikotropika antara lain berbagai macam obat perangsang (Stimulan). Obat penekan susunan saraf pusat (depresan), dan obat halusinasi (halusinogen). Sedangkan zat adiktif nonpsikotropika antara lain minuman beralkohol, rokok, kafein dan inhalan.

  1. Minuman Beralkohol

Kamu tentu pernah mendengar kata ciu, arak, brem Bali, Anggur, Bir, atau Champagne. Minuman-minuman tersebut termasuk minuman beralkohol. Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung alcohol. Alkohol adalah senyawa organic turunan senyawa alkanda dengan gugus OH pada atom karbon tertentu.

Para ahli kimia di Eropa pada abad pertengahan kemudian menggunakan istilah tersebut untuk menyebut sebuah senyawa berbau khas yang diperoleh dari peyulingan, yaitu etanol yang mempunyai rumus kimia C2H5OH. Oleh karena itu, secara umum orang kemudian menggunkan istilah ini untuk menyebut sebuah senyawa alcohol secaraspesifik (etil alcohol atau etanol).

Tabel berikut menampilkan beberapa efek minuman beralkohol terhadap tubuh.

Konsentrasi AlkoholDalam darah (%) Efek terhadapfungsi Organ dan metabolisme Tubuh
0,02 Berganti-ganti perasaan dan suasana hati, antara sedih, gembira, dan kadang-kadang ingin marah.
0,05 Perasaan santai, sedikit pusing, dan kemampuan motorik sedikit terganggu
0,08 Koordinasi antar otot dan waktu reaksi tidak seimbang. Wajah, jari, tangan dan kaki serasa digelitik, kamudian mati rasa
0,10 Tingkah laku kikuk dan tidak terkontrol. Ketidakseimbangan kemampuan mental, penilaian, dan ingatan.
0,15 Tingkah laku tidak bertanggungjawab dan euphoria. Agak kesulitan berdiri, berjalan, dan berbicara.
0,20 Pusat kendali motorik dan emosi terganggu. Mencaci muk, terhuyung-huyung, kehilangan keseimbangan dan penglihatan ganda
0,40 Tidak sadarkan diri
0,45 Pernapasan melalambat dan dapat berhenti sama sekali
0,50 Dapat berakibat kematian

 

Selain efek fisik dan psikis di atas, pemakaian alcohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit sebagai berikut.

  1. FAS (Fetal Alcohol Syndrome)

Fetal Alcohol Syndrome (FAS) merupakan cacat bawaan yang mengakibatkan bentuk kepala menjadi tidak simetris, kelainan tingkah laku,dan keterbelakangan mental. FAS terjadi karena seorang ibu yang mengkonsumsi minuman beralkohol selama kehamilannya. Kandungan alkohl dalam darah ibu mengakibatkan kelainan pada pertumbuhan janin yang dikandungnya.

  1. Sirosis Hati

Konsumsi minuman beralkohol yang berlebian dapat menimbulkan sirosis hati (cirrhosis of the liver). Sirosis hati merupakan kelainan struktur dan fungsi hati karena matinya sel-sel hati. Tingginya kandungan alcohol dalam darah dapat membunuh sel-sel hati yang dilaluinya. Sel-sel hati yang belum mati akan menggandakan diri untuk menggantikan sel-sel yang telah mati. Akibatnya, muncul timbunan sel-sel baru.

  1. Kardiomiopati (Kerusakan otot jantung)

Kecanduan alcohol dapat menyebabkan kerusakan otot jantung. Otot-otot jantung terutama pada bilik kiri dan kanan, menjadi lebih besar dan kendur. Akibatnya jantung tidak dapat memompa darah dengan normal. Kelainan aliran darah dari jantung jantung akan menghambat kinerja ginjal utnuk menyaring air dan garam. Tingginya kandungan air dan garam dalam darah akan meningkatkan volume darah yang berpotensi merusak paru-paru.

  1. Hipertensi (Tekanan darah Tinggi)

Sebelumnya telah disebutkan bahwa konsumsi minuman beralkohol yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan otot jantung. Perubahan kondisi jantung akibat minuman beralkohol dapat menyebabkan meningkatnya tekanan darah yang dapat mengakibatkan stroke.

  1. Delirium Tremens (DTs)

Beberapa kasus kecanduan alcohol menyebabkan timbulnya penyakit delirium tremens (DTs)  yang ditandai dengan meningkatnya perasaan bingung, tidak dapat tidur, tekananmental dan halusinasi yang parah.

  1. Rokok

Rokok mengandung sejumlah zat yang dapat menyebabkn ketergantungan atau ketagiha.oleh karena itu, rokok dapat digolongkans sebagai zat adiktif. Selain menyebabkan ketagihan zat-zat dalam rokok banyak mengandung racun yang dapat menimbulkan berbagai macam penyakit. Kini orang mulai sadar bahwa rokok berbahaya bagi kesehatan.

Di dalam asap rokok terkandung zat kimia lebih dari 4.000 jenis. Empat ratus macam diantaranya merupakan bahan beracun dan 43 macam yang lain dapat menyebabkan kanker (zat karsinogen). Zat kimia yang terkandung di dalam rokok tidak saja berbahaya bagi perokok (perokok aktif), tetapi juga bagi orang disekitarnya yang tanpa sengaja ikut menghirup asap tersebut (perokok pasif)

Table berikut ini menyajikan beberapa bahan kimia dalam rokok serta efeknya bagi kesehatan.

Bahan Kimia Efek
Nikotin
  • Menyebabkan ketagihan
  • Merusak jaringan otak
  • Menyebabkan darah mudah menggumpal
  • Mengeraskan pembuluh darah arteri
Tar
  • Membunuh sel-sel pada saluran pernapasan dan paru-paru
  • Meningkatkan produksi lender dan cairan paru-paru
  • Menyebabkan kanker paru-paru
Karbon Monoksida
  • Meracuni darah karena mengikat hemoglobin darah 200 kali lebih kuat daripada oksigen
Zat-zat karsinogen
  • Merangsang tumbuhnya sel-sel kanker di dalam tubuh
iritan
  • Membunuh sel-sel pada permukaan saluran pernapasan

 

  1. Zat Psikotropika

Menurut UU no. % tahun 1997 tentang psikotropika, definisi psikotropika adalah zat  atau obat, baik alamiah atau sintetis bukan narkotika, yang berkhasiatpsikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku. Psikoaktif artinya bekerja melalui mekanisme pengaktifan dimensi kejiwaan yang berupa perasaan, pikiran, dan perilaku. Zat psikotropika terdiri atas obat perangsang (stimulant). Obat penekan susunan saraf pusat (depresan), dan obat halusinasi (halusinogen).

  1. Obat perangsang (Stimulan)

Obat perangsang atau stimulant adalah obat-obatan yang dapat menimbulkan rangsang tertentu pada pemakainya. Obat ini bekerja dengan memberikan rangsangan terhadap otak dan saraf. Obat rangsang dapat berupa amphetamine atau turunannya. Stimulan yang sering beredar dipasaran adalah ekstasi dan shabu-shabu

Pada tahap awal pemakaian, akan timbul perasaan senang berlebihan, rasa percaya diri yang besar, dan semangat yang terlalu tinggi. Pada pemakaian dalam dosis brlebih akan menunjukan gejala-gejala seperti kejang-kejang, panic, muntah-muntah, diare, bola mata membesar, halusinasi yang menakutkan, tidak dapat mengendalikan emosi, dan koma, yang jika dibiarkan dapat menyebatkan kematian.

  1. Obat penekan saraf pusat (Depresan)

Obat jenis depresan adalah obat yang bereaksi memperlambat kerja system saraf pusat. Obat jenis ini biasanya berupa obat tidur dan obat penenang.  Obat ini biasanya diminum untuk mengurangi rasa cemas atau untuk membuat pikiran menjadi lebih santai. Obat ini juga dipakai untuk mengatasi insomnia (penyakit kesulitan tidur). Contoh obat penekan saraf pusat antara lain diazepam (mogadon), luminal, dan pil KB. Di Indonesia para pengedar menamakan obat-obatan ini sebagai pil koplo. Penyalahgunaan obat penekan saraf dapat menimbulkan berbagai macam efek, antara lain perasaan menjadi labil, bicara tak karuan dan tidak jelas, mudah tersinggung, serta daya ingat dan koordinasi motorik terganggu sehingga jalannya menjadi limbung.

  1. Halusinogen (Obat Halusinasi)

Obat jenis halusinogen adalah obat yang jika dikonsumsi dapat menyebabkan timbulnya halusinasi. Halusinogen paling terkenal adalah lysergic acid diethylamide (LSD). Selain itu, ada juga halusinogen yang tak kalah hebatnya dalam menciptakan halusinasi bagi pemakaianya, yaitu psilocybin, yang dihasilkan dari spesies jamur tertentu, dan mescaline, yang dihasilkan dari sejenis kaktus yang bernama peyote.

Efek yang ditimbulkan oleh penyalahgunaan obat halusinasi ini adalah sebagai berikut.

  • Keringat berlebihan, denyut jantung menjadi cepat dan tidak teratur. Timbul perasaan cemas
  • Pupil mata melebar dan pandangan mata kabur
  • Terjadi gangguan koordinasi motorik dan terjadi halusinasi
  1. Narkotika

Istilah narkotika pada mulanya sebenarnya diterapkan untuk semua senyawa yang dapat memproduksi insensibilitas (perasaan tidak peduli) terhadap rangsang dari luar melalui penanganan pada system saraf pusat. Sekarang ini istilah narkotika didefinisikan sebagai zat dan obat yang berasal dari tanaman opium (narkotika alam) atau zat dan obat yang bukan berasal dari tanaman (narkotika sintesis). Yang dapat menyebaban penurunan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Sifat terpenting narkotika adalah kemampuanya untuk mengurangi rasa sakit, bukan hanya mengurangi persepsi terhadap rasa sakit tetapi juga dengan mengubah reaksi terhadia rasa sakit itu sendiri. Daya kerjanya

Yang luar biasa untuk mempengarhu system saraf menyebabkan orang yang mengonsumsinya tidak merasa sakit,bahkan justru merasakan seperti terbang atau berada di dunia lain yang diinginkannya.

Meskipun narkotika memiliki efek penenang jika digunakan dalam dosis tinggi, tetapi zat tersebut pada umumnya tidak digunakan sebagai penenan. Kebanyakan orang mengonsumsinya karena ingin mencari kesenangan akibat euphoria yang ditimbulkannya. Selain itu, sifat narkotika yang adiktif (menimbulkan kecanduan) merangsang orang untuk mengonsumsinya dengan dosis yang terus meningkat tanpa peduli dengan bahaya yang mengancam jiwanya. Efek yang dapat ditimbulkan karena pemakaian narkotika antara lain sebagai berikut.

  1. Sedatif atau menghilangkan rasa nyeri
  2. Analgesik atau membius
  3. Depresan atau menenangkan
  4. Stimulant atau merangsang
  5. Euphoria atau menyenangkan
  6. Halusinogen atau menimbulkan khayalan

Beberapa jenis narkotika antara lain ganja (marijuana), morfin, heroin dan kokain.

  1. Cara Pencegahan dan Penyembuhan Akibat

Pencegahan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika adalah upaya yang dilakukan terhadap factor-faktor yang berpengaruh atau penyebab, baik secara langsung maupun tidak langsung, agar seseorang atau sekelompok masyarakat mengubah keyakinan, sikap, dan perilakunya sehingga tidak memakai narkoba atau berhenti memakai zat adiktif dan psikotropik.

Upaya menghentikan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika tidaklah mudah, hal ini dikarenakan sifat ketagihan dan ketergantungan yang ditimbulkan sangat kuat. Oleh karena itu upaya pengobatan harus diikuti dengan upaya pencegahan agare mantan pecandu tidak kembali lagi menjadi pecandu.  Meskipun demikian masih banyak yang dapat dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dan membantu remaja yang sudah terjerumus penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Ada tiga tingkat pencegahan yaitu sebagai berikut

  1. Pencegahan primer

Pencegahan primer adalah upaya pencegahan agar orang sehat tidak terlibat penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika. Pencegahan ini biasanya dilakukan dalam bentuk pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba, dan pendekatan melauli keluarga. Instansi pemerintah seperit halnya BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. Kegiatan dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk materi yang ditunjukan kepada remaja langsung dan keluarga. Bagaiman cara mencegah penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika di keluarga? Berikut ini adalah upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah anggota keluarga terjerumus penyalhgunaan zat adiktif dan psikotropika.

1)             Pelajari fakta dan gejala ini penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika.

2)             Menjadikan orang tua sebagai teladan.

Orang tua yang baik, hendaknya berhenti merokok, minum minuman beralkohol, atau memakai zat adiktif dan psikotropika serta membuang semua peralatan dan persediaan rokok atau minuma beralkohol

3)             Kembangkan kemampuanmu untu menolak penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika

Jika ada teman yang memaksa atau membujuk menggunakan nrkoba, kamu berhak menolak, carilah kawan sejati yang tidak menjerumuskan

4)             Mengikuti kegiatan yang sehat dan kreatif

5)             Mematuhi norma dan peraturan yang berlaku di masyarakat

  1. Pencegahan sekunder

Pencegahan sekunder adalah upaya pencegahan pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya penyembuhan (terapi). Tahapan ini meliputi:

1)             Tahapan penerimaan awal (initial intake)

Tahapan ini dilakukan antara 1 sampai 3 minggu untuk melakukan pemeriksaan fisik dan mental

2)             Tahapan detoksifikasi dan terapi kemplikasi medik

Tahapan ini dilakukan antara 1 sampai 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan bahan-bahan adiktif secara bertahap

  1. Pencegahan tersier

pencegahan tersier adalah upaya untuk merheabilitasi merak yang sudah memakau dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas:

1)             Tahapan stabilisasi

Tahapan stabilisasi dilakukan antara 3 sampai 12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna kembali kemasyarakat

2)             Tahapan sosialisasi dalam masyarakat

Tahapan ini dilakukan agar mantan penyalahgunaan zat adiktif dan psikotropika mampu mengembangkan kehidupan yang bermakna di masyarakt. Tahap ini biasanya berupa kegiatan konseling, membuat kelompok-kelompok dukunagn dan mengembangakan kegiatan alternatif

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s