Pemantulan Gelombang Bunyi (Sound Reflection)

Permukaan-permukaan keras seperti dinding, lereng gunung akan memantulkan gelombang-gelombang bunyi. Inilah yang menyebabkan kenapa sehingga kita sering mendengar sebuah bunyi yang dipantulkan, setelah bunyi asli mengenai sebuah dinding pemantul. Kita dapat merumuskan sebuah hukum tentang pemantulan bunyi:

  • Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul terletak pada satu bidang
  • Sudut datang sama dengan sudut pantul

Hukum ini hampir sama dengan hukum pemantulan cahaya, lebih disebabkan karena memang keduanya merupakan fenomena gelombang.

Menetukan Cepat Rambat Bunyi Di Udara

Cepat rambat bunyi di udara dapat ditentukan dengan menggunakan rumus:

v = s / t

dengan v = kecepatan rambat bunyi, s = jarak sumber bunyi dengan pengamat, dan t = waktu tempuh gelombang bunyi untuk sampai ke pengamat.

Misalnya, jarak total yang ditempuh gelombang bunyi ketika merambat ke dinding pemantul dalam waktu 1,2 detik adalah 171 meter, kemudian setelah memantul kembali ke tempat asal dengan menempuh kembali jarak 171 meter. Dengan demikian jarak total yang ditempuh adalah 342 meter. Maka dengan menggunakan rumus diatas, cepat rambat bunyi tersebut adalah:

v = s / t = 342 /1,2 = 285 m/s

Menentukan kedalaman laut

Penggunaan lain dari gelombang bunyi ini diantaranya adalah dapat digunakan untuk menentukan kedalaman lautan atau sungai bahkan dapat juga digunakan untuk menentukan lokasi dari kawanan ikan dilautan. Cara ini jelas lebih mudah daripada kita harus menyelam ke dasar lautan untuk mengukur kedalamannya. Cara ini dilakukan dengan memancarkan gelombang ultrasonik ke dasar laut dan bunyi pantul diterima oleh reciever (penerima) yang terpasang di kapal. Jika bunyi pantul memerlukan selang waktu lama untuk kembali ke kapal maka ini menunjukkan bahwa lautnya cukup dalam. Jika bunyi pantul kembali ke tempat semula dalam selang waktu cukup singkat maka dapat dipastikan lautan itu adalah lautan dangkal.

Misalnya, sebuah kapal hendak mengukur kedalaman dari lautan yang diarunginya. Gelombang bunyi dpancarkan dari kapal tersebut, dan diterima kembali dalam waktu 2 detik. Seperti yang telah diketahui bahwa, gelombang bunyi mempunyai kecepatan rambat sebesar 1.500 m/s, maka dari informasi ini kita dapat menentukan kedalaman lautan dengan cara:

Jarak yang ditempuh gelombang bunyi = kecepatan x waktu = 1.500 m/s x 2 s = 3000 meter

gelombang bunyi menempuh jarak ke bawah menuju dasar laut dan kembali lagi ke kapal, jadi:

Kedalaman laut = jarak tempuh gelombang bunyi / 2 = 3000 meter / 2 = 1500 meter

Mudah bukan? terlihat bahwa, kedalaman lautan yang diukur oleh kapal yakni 1500 meter.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s