SOAL UN MATEMATIKA SMP

SOAL-SOAL UJIAN NASIONAL MATEMATIKA


Ini adalah kumpulan soal dan kunci jawaban dari UN Matematika SMP. Semoga dapat membantu belajar. mohon masukannya..

TAHUN 2011/2012

1. Soal Paket B25 Tahun Pelajaran 2011/2012 Download Kunci Jawaban Download

2. Soal Paket D49 Tahun Pelajaran 2011/2012 Download Kunci Jawaban Download

3. Soal Paket E52 Tahun Pelajaran 2011/2012 Download Kunci Jawaban Download

TAHUN 2013/2014

1. Soal Paket 1 Tahun Pelajaran 2013/2014 Download Kunci Jawaban Download

TAHUN 2014/2015

1.  Soal Paket 1 Tahun Pelajaran 2014/2015 Download Kunci Jawaban Download

TAHUN 2015/2016

1.  Soal Paket 1 Tahun Pelajaran 2015/2016 Download Kunci Jawaban Download

2.  Soal Paket 2 Tahun Pelajaran 2015/2016 Download Kunci Jawaban Download

3.  Soal UCUN Paket A Tahun Pelajaran 2015/2016 Download Kunci Jawaban Download

4.  Soal UCUN Paket B Tahun Pelajaran 2015/2016 Download Kunci Jawaban Download

Iklan

K13 Kelas 1

Serba-serbi K13 kelas 1 SD

Semester 2

Buku Guru Kelas 1 Tema 5 Pengalamanku Download

Buku Siswa Kelas 1 Tema 5 Penglamanku Download

Buku Guru Kelas 1 Tema 6 Lingkungan Bersih Sehat, dan Asri Download

Buku Siswa Kelas 1 Tema 6 Lingkungan Bersih Sehat, dan Asri Download

Buku Guru Kelas 1 Tema 7 Benda, Hewan dan Tanaman di sekitarku Download

Buku Siswa Kelas 1 Tema 7 Benda, Hewan dan Tanaman di sekitarku Download

Buku Guru Kelas 1 Tema 8 Peristiwa Alam Download

Buku Siswa Kelas 1 Tema 8 Peristiwa Alam Download

Soal SMBTN

TAHUN 2015

Soal SBMPTN TKPA 2015 KODE 622 Download Kunci Jawaban Download

Soal SBMPTN TKD SOSHUM 2015 KODE 721 Download Kunci Jawaban Download

Soal SBMPTN TKD SOSHUM 2015 KODE 705 Download Kunci Jawaban Download

 

SMBTN 2014

Soal SBMPTN TKD SOSHUM 2014 KODE 702 dan Kunci Jawaban Download

Soal SBMPTN TKD SOSHUM 2014 KODE 704 dan Kunci Jawaban Download

Soal SBMPTN TKD SOSHUM 2014 KODE 741 dan Kunci Jawaban Download

Soal SBMPTN TKD SOSHUM 2014 KODE 753 dan Kunci Jawaban Download

Soal SBMPTN TKD SOSHUM 2014 KODE 761 dan Kunci Jawaban Download

Soal SBMPTN TKD SOSHUM 2014 KODE 752 dan Kunci Jawaban Download

 

TAHUN 2013

Soal SBMPTN TKD SOSHUM 2013 KODE 761 dan Kunci Jawaban Download

 

Perpindahan Kalor

  1. KONDUKSI

Peristiwa perpindahan kalor melalui suatu zat tanpa disertai dengan perpindahan partikel-partikelnya disebut konduksi. Perpindahan kalor dengan cara konduksi disebabkan karena partikel-pertikel penyusun ujung zat yang bersentuhan dengan sumber kalor bergetar. Makin besar getaranya, maka energi kinetiknya juga makin besar. Energi kinetik yang besar menyebabkan partikel tersebut menyentuh partikel didekatnya, demikian seterrusnya. Jumlah kalor tiap detik di rumuskan:

Rumus Perpindahan Kalor

H = Jumlah kalor yang merambat tiap detik (J/s)

k  = Koefisien konduksi termal (J/msK)

A  = luas penampang batang (m)

L  = Panjang Batang (m)

∆ T = perbedaan suhu antara kedua ujung batang (K)

Contoh Soal

1 batang logam dengan panjang 2 meter, memiliki luas penampang 20 cm2  dan perbedaan suhu kedua ujungnya 500C. Jika koefisien konduksi termalnya 0,2 kal/ms0C, tentukan jumlah kalor yang dirambatkan per satuan luas persatuan waktu!

Diketahui : L = 2 m

A = 20 cm= 2 x 10-3 m2

k = 0,2 kal/ms0C

∆ T = 500C

Ditanya  :  H

Jawab     :

H = k A ∆ T/L

= (0,2 kal/ms0C)(2 x 10-3 m2) 500C/2 m

= 0,01 kal/s

 

2. KONVEKSI

Perambatan kalor yang disertai perpindahan massa atau perpindahan partikel-partikel zat perantaranya seperti partikel udara disebut konveksi. untuk menghitung laju kalor secara konveksi, yang merambat tiap detik dapat digunakan persamaan :

Konveksi

H = Laju perpindahan (J/s)

h = koefisien konveksi termal (j/sm2K)

A = Luas permukaan (m2)

∆ T = Perbedaan suhu (K)

Contoh Soal

Suatu fluida dengan koefisien konveksi termal 0,01 kal/ms0C memiliki luas penamoang aliran 20 cm2. jika fluida tersebut mengalir dari dinding yang bersuhu 1000C ke dinding lainya yang bersuhu 200C, kedua dinding sejajar, berapakah besarnya kalor yang dirambatkan?

Diketahui :

h = 0,01 kal/ms0C

A = 20 cm= 2 x 10-3 m2

∆ T = (1000C-200C) = 800C

Jawab :

H = h A ∆ T

= (0,01 kal/ms0C) (2 x 10-3 m2) (800C)

= 16 x 10-4 kal/s

3  RADIASI

Radiasi adalah perpindahan kalor pada suatu zat tanpa melalui zat perantara, misalnya, pancaran sinar Matahari sampai ke Bumi melalui hampa udara. Besarnya kalor yang dipancarkan dinyatakan.

Rumus Radiasi

Q = Kalor yang dipancarkan benda (J)

T = suhu mutlak (K)

e = emisitas bahan

σ = Tetapan stefan-Boltzman (5,672 x 10-8 W/m2K)

A = Luas Penampang benda (m2)

Contoh Soal

Sebuah lampu pijar menggunakan kawat wolfram dengan luas 10-6 mdan emisivitasnya 0,5. Bila bola lampu tersebut berpijar pada suhu 1.000 K selama 5 sekon (σ = 5,67 x 10-8 W/m2K), hitunglah jumlah energi radiasi yang dipancarkan!

Diketahui :

T = 1.000 K

A = 10-6 m2

t = 5 s

e = 0,5

σ = 5,67 x 10-8 W/m2K

Ditanya : Q

Jawab :

∆Q/∆t = e σ A T

∆Q = e σ A T∆t

= (0,5) (5,67 x 10-8 W/m2K) (10-6 m2) (1.000 K)4(5s)

= 14,175  x 10-2 J

 

 

TEROPONG BINTANG

Teropong Bintang

Bintang-bintang di langit yang letaknya sangat jauh tidak dapat dilihat secara langsung oleh mata. Teropong atau teleskop dapat digunakan untuk melihat bintang atau objek yang letaknya sangat jauh.

Teropong terdiri atas dua lensa cembung, sebagaimana mikroskop. Pada teropong jarak fokus lensa objektif lebih besar daripada jarak fokus lensa okuler (fob > fok). Teropong digunakan dengan mata tidak berakomodasi agar tidak cepat lelah karena teropong digunakan untuk mengamati bintang selama berjam-jam. Dengan mata tidak berakomodasi, bayangan lensa objektif harus terletak di titik fokus lensa okuler. Dengan demikian, panjang teropong (atau jarak antara kedua lensa) adalah

d = fob + fok

dimana fob adalah jarak fokus lensa objektif dan fok adalah jarak fokus lensa okuler.

Adapun perbesaran P yang dihasilkan oleh teropong adalah

Teropong Bintang

Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata tidak berakomodasi

M=\frac{fob}{fok}
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=fob+fok
Dengan ketentuan:

  • \!d = Jarak lensa objektif dan lensa okuler
  • \!M = Pembesaran teropong bintang
  • \!fob = Jarak fokus lensa objektif
  • \!fok = Jarak fokus lensa okuler

Pembesaran Teropong Bintang pada saat mata berakomodasi maksimum

M=\frac{fob}{sok}
Agar mata berakomodasi maksimum, jarak lensa objektif dan lensa okuler dirumuskan:
d=fob+sok\,\!

Dengan ketentuan:

  • \!M = Pembesaran teropong bintang
  • \!fob = Jarak fokus lensa objektif
  • \!sok = jarak benda di depan lensa okuler

Teropong Bumi

Pembesaran Teropong Bumi

M=\frac{fob}{fok}
Dengan ketentuan:

  • \!M = Pembesaran teropong bumi
  • \!fob = Jarak fokus lensa objektif
  • \!fok = Jarak fokus lensa okuler

Jarak lensa objektif dan lensa okuler

d=fob+4fp+fok\,\!
Dengan ketentuan:

  • \!d = Jarak lensa objektif dan lensa okuler
  • \!fob = Jarak fokus lensa objektif
  • \!fp = Jarak fokus lensa pembalik
  • \!fok = Jarak fokus lensa okuler